Tarif MRT ditetapkan awal Februari

Jakarta (ANTARA News) – Tarif MRT Jakarta akan ditetapkan pada awal Februari 2019 dengan besaran yang diajukan Rp8.500 per orang. 

Direktur Utama PT MRT Jakarta Willian Sabandar  dalam uji coba pengoperasian delapan kereta MRT Bundaran HI-Lebak Bulus, Jakarta, Rabu, menjalankan Rp8.500 merupakan harga yang sudah disubsidi pemerintah. 

“Kita lagi menunggu, sudah tahap final awal Februari ini. Kita usulkan di Rp8.500 sudah dengan subsidi per 10 kilometer,” katanya. 

Saat ini, usulan tersebut masih digodok di Pemprov DKI Jakarta.

William menyebutkan apabila tidak disubsidi tarif MRT bisa sekitar Rp25.000-Rp30.000 per orang.

“Sebelum subsidi nilai ekonomi yang kita hitung sekitar Rp25.000 sampai Rp30.000,” katanya. 

William menuturkan hitungan subsidi dengan asumsi penumpang sebanyak 65.000 per hari. 

Terkait sistem pembayaran, dia mengatakan pihaknya juga akan membuat perusahaan petungan (joint venture) antara PT MRT dengan Jakpro dan Transjakarta. 

Sehingga, lanjut dia, pembayaran bisa terintegrasi dengan satu kartu dan depannya bisa satu harga. 

“Tiket terintegrasi kita buat perusahaan patungan antara MRT, Jakpro dengan Transjakarta. Kita sudah sepakati MRT memegang saham mayoritas,” katanya. 

Namun, William menegaskan untuk pengoperasian awal kartu belum terintegrasi dan harga masih masing-masing dengan Transjakarta. 

“Sekarang sementara kartu khusus MRT, kartu-kartu bank lain bisa integrasi. Ke depannya satu kartu dan satu harga kalau sekarang belum tarif masih sendiri-sendiri. Prinsipnya MRT siap menerima kartu apa saja kita mau kartu arahnya  ke sana satu dari perusahaan patungan,” katanya. 

Baca juga: LRT akan dirancang melingkar untuk dukung operasional MRT
 

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019