Uncategorized

Menhub akan evaluasi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengevaluasi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam kaitannya dengan pengaturan transportasi di Jabodetabek yang bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Budi saat ditemui di sela-sela Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa, mengatakan evaluasi juga termasuk wacana penggabungan operasi BPTJ dengan Pemprov DKI.

“Akan dievaluasi sistem regulator BPTJ bagaimana kolaborasinya dengan kereta dalam kota dengan DKI apakah bisa ‘di-merged’ atau kerja sama operasi, katanya.

Ia menambahkan evaluasi tersebut agar kebijakan yang dikeluarkan bisa terpadu. “Supaya operasinya menerus bisa ditentukan pengenaan tarif subsidi, mengenai jam dan pengelolaan antarmoda,” katanya. 

Budi mengatakan yang berhubungan dengan hal-hal teknis akan dibahas minggu ini. 

“Satu ide baik Pak wapres mengkoordinir kita semua, DKI diberi kesempatan memimpin agenda itu kemarin dengan pak Wapres disepakati ada duah hal, hal2 sifatnya teknis kita rapatkan dalam minggu ini,” katanya. 

Pernyataan tersebut menyusul hasil rapat integrasi transportasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di mana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditugaskan untuk menyusun rencana pembangunan transportasi di Ibu Kota untuk 10 tahun ke depan. 

Dihubungi terpisah, pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengaku pesimistis rencana 10 tahun dibuat dalam satu bulan. 

“Rencana 10 tahun hanya dibuat dalam waktu satu bulan, terasa aneh,” katanya. 

Ia menambahkan BPTJ sudah melakukan kajian tentang permasalahan transportasi di Jabodetabek, jadi dinilai tidak perlu ada kajian tambahan.

“Sekarang tinggal melaksanakan saja, tidak perlu ada kajian tambahan lagi karena lingkupnya sudah bukan sekedar Kota Jakarta saja, tapi menggapai Bodetabek,” katanya.

Baca juga: DKI Jakarta berperan pada rencana induk transportasi Jabodetabek

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019