Uncategorized

Kementan alokasikan perluasan 500 ha areal kopi di Kerinci

Kerinci, Jambi  (ANTARA News) РKementerian Pertanian pada tahun 2019 mengalokasikan bantuan untuk perluasan areal 500 hektare dan peningkatan produktivitas kopi di Kabupaten Kerinci, Jambi sebesar Rp4 miliar.

“Tahun 2019 ini Kabupaten Kerinci mendapatkan alokasi kegiatan kopi untuk lahan 500 hektare. Kopi perlu kita padatkan di lereng-lereng supaya Kerinci bisa aman dari erosi,” kata Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang saat mengunjungi Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, Jumat (25/1).

Ada pun bantuan perluasan tanaman kopi diberikan untuk tiga kelompok tani dari Kecamatan Gunung Tujuh dan Kecamatan Kayu Aro. Salah satu bantuan yang diberikan adalah bibit kopi Arabika sebanyak 500.000 batang untuk petani.

Bambang menjelaskan produktivitas kopi, baik jenis Robusta dan Arabika perlu ditingkatkan. Apalagi, Kabupaten Kerinci yang memiliki ketinggian 1.000-1.400 meter di atas permukaan laut ini, sangat cocok untuk ditanami kopi.

Menurut dia, dengan pengelolaan serta investasi yang baik, produktivitas kopi Arabika di Kabupaten Kerinci bisa ditingkatkan dari 600 kilogram per hektare, menjadi lebih dari 3 ton per hektare.

Kementerian Pertanian pun telah melakukan perluasan lahan perkebunan kopi di Kota Sungai Penuh, Jambi seluas 3 hektare. Dalam proyek percontohan tersebut, Bambang memaparkan bahwa diversifikasi penanaman kopi dapat dilakukan dengan kayu manis.

Bambang memaparkan kayu manis dan kopi menjadi komoditas unggulan Kabupaten Kerinci yang telah menyumbang PDB Nasional sebesar Rp1 triliun pada 2018.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci Efrawadi memaparkan luas perkebunan kopi Arabika di Kabupaten Kerinci pada 2017 sebesar 1.809 hektare dengan produksi 171 ton (kopi berasan), atau 639 kilogram per hektare.

Ada pun kopi produksi Kabupaten Kerinci jenis Robusta telah didistribusikan ke Lampung, sedangkan jenis Arabika ke Medan, sementara kopi dengan indeksasi geografis (IG) telah diekspor ke Australia hingga Amerika Serikat.

Baca juga: Balittri kembangkan biofertilizer pemacu pertumbuhan kopi dan kakao
Baca juga: Kementan siap intensifikasi 8.850 ha perkebunan kopi
Baca juga: Puluhan Ribu Hektar Tanaman Kopi Arabika Terbengkalai di Aceh

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019