Emas naik untuk hari ketiga berturut-turut

Chicago (ANTARA News) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah ketidakpastian Brexit dan kekhawatiran geopolitik lainnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, naik 5,80 dolar AS atau 0,45 persen, menjadi menetap pada 1.308,90 dolar AS per ounce, meskipun ada kenaikan moderat di pasar ekuitas.

Indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 0,34 persen menjadi 24.612,84 poin pada pukul 18.29 GMT, pulih dari penurunan tajam selama hari sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, juga sedikit menguat.

Namun, pemulihan ekuitas dan dolar AS gagal menyeret emas berjangka, yang didorong lebih tinggi oleh ketidakpastian geopolitik, seperti masa depan Brexit, sebelum anggota parlemen Inggris memberikan suara untuk menentukan prosesnya.

China pada Selasa (29/1) mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan penindasan yang tidak masuk akal terhadap perusahaan-perusahaan China, termasuk Huawei Technologies Co. Ltd, setelah Departemen Kehakiman AS mengajukan serangkaian tuduhan terhadap raksasa teknologi itu. Perkembangan baru menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor.

Juga pada Selasa (30/1), Federal Reserve AS memulai pertemuan kebijakan dua hari. Pelaku pasar sekarang mencari indikasi jika bank sentral AS akan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya, di tengah kekhawatiran bahwa pengetatan moneter lebih lanjut dapat menghambat pertumbuhan.

Emas berjangka mendapat dukungan tambahan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun yang menjadi acuan, turun lebih dari satu persen pada Selasa (29/1), kata pengamat pasar.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 7,4 sen AS atau 0,47 persen, menjadi ditutup pada 15,839 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 1,30 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi berakhir pada 815,80 dolar AS per ounce.

Baca juga: Ketidakpastian Brexit dorong harga emas berjangka lebih tinggi

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019