Uncategorized

Aplikasi ini wajib bagi penyuluh pertanian

Jakarta, (ANTARA News) – Kementerian Pertanian menetapkan kewajiban kepada  penyuluh pertanian untuk melaporkan kinerja harian dan bulanan, dalam mendampingi dan mengawal program pembangunan pertanian untuk mewujudkan lumbung pangan dunia 2045.

“Untuk itu penyuluh pertanian harus melek teknologi karena dituntut melaporkan kinerja lebih cepat, dan tepat waktu, serta dapat melaporkan kinerjanya dimana saja,” kata  Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluhan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Joko Samiono di Jakarta, Rabu.

Terkait dengan hal itu BPPSDMP telah menyiapkan aplikasi  indikator kinerja penyuluh pertanian atau Apikluhtan Real Time yang diperuntukkan bagi para penyuluh pertanian guna melaporkan kinerjanya setiap saat.

Oleh karena itu, lanjutnya,  penyuluh pertanian harus melek teknologi dan mengunduh aplikasi Apikluhtan Real Time tersebut, karena akan lebih mudah dalam mengupdate data laporan kinerja harian dan bulanan, lebih praktis dalam penyampaian laporan, karena menggunakan sarana telepon pintar.

Kemudian, pelaporan kinerja lebih cepat dan tepat waktu serta dimanapun bisa melaporkan, dapat melakukan evaluasi diri terhadap capaian kinerjanya.
 
“Kompetensi meningkat dengan adanya sistem pelaporan kinerja berbasis android,” katanya

Menurut Joko, kondisi yang ada saat ini yakni pelaporan belum menggunakan sistem online, kompetensi penyuluh pertanian dalam kegiatan pelaporan Indikasi Kerja Penyuluh Pertanian (IKPP) masih rendah, penyajian data pelaporan IKPP belum tepat waktu dan cenderung manual,  kapasitas fungsi kelembagaan penyuluhan pertanian masih rendah dalam laporan IKPP.

Melalui aplikasi Apikluhtan Real Time, tambahnya,  diharapkan meningkatnya kompetensi penyuluh pertanian dalam kegiatan pelaporan IKPP, meningkatnya kapasitas fungsi kelembagaan penyuluhan pertanian dalam pelaporan IKPP,  pelaporan IKPP secara real time dan penyajian data tepat waktu dan berbasis android.

Sejumlah indikator yang dijadikan penilaian IKPP, menurut dia, pendampingan dan pengawalan komoditas ataupun jenis ternak unggulan, optimalisasi pemanfaatan sarana pertanian, penyerapan gabah/beras dan penyebaran informasi pertanian.

Baca juga: Kementan: Tenaga penyuluh pertanian PNS meningkat 24 persen
Baca juga: Kementan prakarsai hadirnya penyuluh pertanian swadaya

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019